Sabtu, 02 November 2013

Perkembangan Jumlah Provinsi di Indonesia



Wilayah Indonesia terbagi menjadi beberapa provinsi. Jumlah provinsi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Hal ini disebabkan karena adanya pertumbuhan penduduk, perubahan kemampuan ekonomi, faktor politik dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan Negara dan perubahan politik, ekonomi, maupun jumlah penduduk, maka jumlah provinsi yang ada di Indonesia mengalami penambahan. Penambahan jumlah provinsi ini buka berarti wilayah Indonesia bertambah luas. Wilayah provinsi yang sudah ada di Indonesia hanya 8, yaitu Provinsi Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), Maluku. Pada saat itu, Pulau Irian belum menjadi bagian dari Negara Indonesia karena Pulau Irian masih dibawah kekuasaan Belanda. Seiring berjalannya waktu, setelah Indonesia merdeka jumlah privinsi di Indonesia mengalami perkembangan.

Setiap tahun provinsi di Indonesia selalu bertambah. Pada tahun 2002, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 33. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi Riau menjadi Riau dan Kepulauan Riau. Luas daratan di Indonesia mencapai 1.9 juta km². Wilayah daratan yang luas ini terbagi menjadi beberapa provinsi. Letak wilayah Indonesia sangat strategis karena Indonesia diapit oleh dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta diapit oleh dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia. Pulau-pulau tersebut terbentang dari Sabang sampai Marauke dan berjumlah lebih dari 17.500 pulau. Tetapi tidak seluruh pulau tersebut berpenduduk. Sebuah Negara kepulauan berarti wilayahnya terdiri atas daratan dan lautan. Negara Indonesia terdiri atas beberapa wilayah provinsi dan setiap provinsi terdiri atas beberapa wilayah provinsi dan setiap provinsi terdiri atas beberapa wilayah kabupaten atau kota madya. Setiap wilayah kabupaten atau kota madya terdiri atas beberapa kecamatan. Kecamatan ini masih terbagi lagi menjadi beberapa kelurahan atau desa.

Kamis, 17 Oktober 2013

EYD

            Ejaan penting sekali artinya dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa Indonesia. Dalam tulis-menulis orang tidak hanya dituntut untuk dapat menyusun kalimat dengan baik, memilih kata yang tepat, melainkan juga mengeja kata-kata dan kalimat tersebut sesuai dengan ejaan yang berlaku. Dalam surat-surat pribadi dan kalimat catatan harian misalnya, ketaatan dalam EYD tidak mutlak. Dalam karangan ilmiah, dalam makalah dan dalam surat-surat perjanjian, kaidah ejaan harus betul-betul ditaati. Penulisan huruf kapital digunakan untuk mengawali kalimat yang baru. Di samping itu huruf kapital juga digunakan sebagai huruf awal pada nama diri. Ucapan langsung juga diawali dengan huruf kapital. Huruf tebal dan huruf miring untuk menulis nama lembaga, judul buku atau karangan kata-katanya harus diawali dengan huruf kapital. Kecuali yang berupa kata tugas. Berbeda dengan nama lembaga, judul buku atau nama majalah, harus ditulis dengan huruf tebal. Apabila ditulis dengan tangan kata-kata yang merupakan judul buku ini harus diberi garis bawah. Dalam menulis kata-kata sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan perlu diperhatikan penulisan kata atau partikel yang dirangkaikan dan yang tidak dirangkaikan. Ada kata atau awalan yang harus ditulis serangkai, yaitu adi- misalnya padan adidaya, adikuasa, adimarga, adibusana.  Penulisan bilangan ada yang harus ditulis dengan angka, ada yang harus ditulis dengan huruf. Bilangan yang menunjukan tahun, jam, tanggal, nomor rumah, harus ditulis dengan angka. Begitu juga bilangan yang digunakan untuk memberi nomer bab, subbab, atau bagian-bagian dari subbab. Sedangkan yang terakhir adalah tanda baca. Ada bermacam-macam tanda baca, seperti titik(.), koma(,), titik koma(;), titik dua(:) dan kutip (“...”)

Sumber :
Wahyu, Tri.2006.Bahasa Indonesia. Jakarta:Gunadarma.

Selasa, 08 Oktober 2013

Tanda Baca

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Antara lain, tanda titik digunakan sesudah nomor bab atau subbab atau bagian dari subbab. Koma digunakan untuk menandai adanya jeda atau kesenyapan antara dalam suatu kalimat. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara. Tanda titik dua dipakai akhir suatu pernyataan yang lengkap dan diikuti oleh rangkaian atau perincian. Tanda petik dalam petikan langsung tidak dicetak dengan huruf miring, melainkan tetap dicetak dengan suatu majalah pun tanda petik itu tetap digunakan. Tanda hubung digunakan untuk menghubungkan kata-kata yang diulang seperti meja-meja, berjalan-jalan, buah-buahan. Tanda hubungan digunakan apabila huruf-huruf dirangkaikan dengan bilangan, huruf kecil, atau huruf kecil yang dirangkaikan dengan huruf kapital.

Sumber :                               
Wahyu, Tri.2006. Bahasa Indonesia. Jakarta:Gunadarma.

Rabu, 02 Oktober 2013

Ragam bahasa

Ragam bahasa dibagi berdasarkan  media pengantarnya atau sarananya yaitu, ragam lisan bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah dan ragam lisan yang nonstandard, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya. Ragam tulis bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster. Berdasarkan situasi dan pemakaian ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelepasan kalimat. Pembicaraan lisan dalam formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai.

Sumber :
Wahyu, Tri.2006.Bahasa Indonesia. Jakarta:Gunadarma.

Jumat, 27 September 2013

Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya, pembacanya, atau khalayak sasarannya. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingan pribadi. Fungsi ini berbeda dari fungsi berikutnya yakni bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri seseorang tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Cara berbahasa selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu,sebaiknya memilih bahasa yang akan digunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi. Di lingkungan teman-teman menggunakan bahasa nonstandar dan bahasa standar pada orang tua atau orang yang di hormati. Pada saat bahasa sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku intruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.

Sumber :
Wahyu, Tri.2006.Bahasa Indonesia. Jakarta:Gunadarma.

Jumat, 05 Juli 2013

langkah-langkah untuk menghitung jalur terpendek dengan menggunakan algoritma Djikstra.

PutriAfrilia_15111630_2KA20_SOD2 by Putri Afrilia Irwansyah

Ulasan mata kuliah Struktur dan Organisasi Data 2

Dalam postingan pada hari ini saya akan mengulas mengenai mata kuliah "STRUKTUR DAN ORGANISASI DATA2". Di Universitas Gunadarma, semua mata kuliah sudah tersusun sesuai SAPnya. Nah, untuk melihan susunan perkuliahan SOD (Struktur dan Oganisasi Data 2) bisa di download dengan link : SAP khusus untuk jurusan Sistem Informasi . Sekarang, saya akan menjelaskan sedikit apa saja yang dipelajari dalam mata kuliah SOD..

STRUKTUR DATA

Struktur data adalah suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakterisasikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

algorithma :  barisan langkah-langkah untuk menyelesaikan sebuah program. Inputnya harus data. sebuah program belum tentu Algorithma, Sebuah Algorithma harus bisa diimplementasikan sebuah program.

Jadi Struktur Data & Algoritma = Program

Data secara umum dapat dikategorikan atas :
- Tipe data sederhana
  1. Tunggal : Integer, Real, Boolean, Karakter
  2. Majemuk : String

- Struktur data
  1. Sederhana : Array, Record
  2. Majemuk :
     - Linier : Linier Linked List, Stack, Queue
     - Non Linier : Binary Tree, Binary Search Tree, General Tree, Tree, Graf

MAPPING KE STORAGE


  • INTEGER

Bentuk mapping ke storage dari integer dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
1. Skema Sign and Magnitude
2. Skema One’s Complement
3. Skema Two’s Complement

  • KARAKTER
  • STRING

ARRAY

Array adalah suatu himpunan hingga elemen, terurut dan homogen.
Terurut adalah elemen tersebut dapat diidentifikasikan sebagai elemen pertama, kedua, sampai dengan elemen ke-n.
Homogen adalah bahwa setiap elemen dari sebuah array tertentu haruslah mempunyai tipe data yang sama.

Array terbagi menjadi tiga, yaitu :
  • Array dimensi satu
  • Array dimensi dua
  • Array dimensi tiga
Didalam Array dimensi dua terdapat pemetaan ke storage : Array, yaitu:
  • Dimensi satu
  • Dimensi dua
        Pelinieran array dimensi banyak dengan cara :
        1. ROW-MAJOR ORDER
        2. COLUMN-MAJOR ORDER

RECORD

Suatu kumpulan elemen hingga, terurut dan heterogen sebagai suatu unit. Elemen-elemen dari suatu record disebut field. Field adalah suatu area dari record yang menggunakan suatu informasi tertentu.

STACK (TUMPUKAN)

Stack adalah suatu bentuk khusus dari linier list, dengan operasi penyisipan dan penghapusan dibatasi hanya pada satu sisinya, yaitu puncak stack (TOP).

Elemen teratas dari stack dinotasikan sebagai TOP(S). Untuk stack S, dengan S = [S1, S2, S3, ..., ST] maka TOP(S) = ST

Jumlah elemen di dalam stack kita notasikan dengan NOEL(S). NOEL(S) menghasilkan nilai integer. Untuk stack S = [S1, S2, S3, ..., ST] maka NOEL (S) = T.

Operator penyisipan (insertion) : PUSH
Operator penghapusan (deletion) : POP
Operasi stack : LIFO (Last In First Out), yaitu : yang terakhir masuk yang pertama keluar.

Jika ada NOEL elemen didalam stack, maka elemen ke NOEL merupakan elemen puncak (TOP).

Empat operasi dasar yang berlaku pada stack :
1. CREATE(stack)
2. ISEMPTY(stack)
3. PUSH(elemen, stack)
4. POP(stack)

Contoh gambar Stack (Tumpukan)

QUEUE (ANTREAN)

ANTREAN (Queue)
Suatu bentuk khusus dari linear list, dengan operasi penyisipan (insertion) hanya diperbolehkan pada salah satu sisi, yang disebut REAR, dan operasi penghapusan (deletion) hanya diperbolehkan pada sisi yang lainnya, yang disebut FRONT dari list.

Antrean Q = [Q1, Q2, ... , QN]
Front(Q) = Q1 bagian depan antrean
Rear(Q) = QN bagian belakang antrean
Noel(Q) = N jumlah elemen dalam antrean

Operasi Antrean : FIFO (First In First Out) Elemen yang pertama masuk merupakan elemen yang pertama keluar.

Operator : Penyisipan : Insert
Penghapusan : Remove

Empat operasi dasar antrean, yaitu :
1. CREATE
2. ISEMPTY
3. INSERT
4. REMOVE

Contoh gambar Queue (Antrean)

GRAPH

Graf adalah :
- Himpunan V (Vertex) yang elemennya disebut simpul (atau point atau node atau titik)
- Himpunan E (Edge) yang merupakan pasangan tak urut dari simpul, anggotanya disebut
  ruas (rusuk atau sisi)

Notasi : G(V,E)

Simpul u dan v disebut berdampingan bila terdapat ruas (u,v). Graf dapat pula disajikan secara geometrik, simpul disajikan sebagai sebuah titik, sedangkan ruas disajikan sebagai sebuah garis yang menghubungkan 2 simpul.

Banyak simpul disebut ORDER, banyak ruas disebut SIZE dari graf.

Sekian, sedikit penjelasan saya mengenai mata kuliah Struktur dan Organisasi Data 2. Materi diatas bisa anda pelajari sendiri lebih lengkap dengan mendownload materi di staffsite Detty Punamasari : Materi SOD lengkap 

dan jika anda ingin mengetahui Implementasi dalam kehidupan sehari-hari menggunakan Algoritma Graf Djikstra bisa buka di link : Algoritma Graf Djikstra, (Universitas Gunadarma) 

Sekian sedikit ulasan mengenai mata kuliah Struktur dan Organisasi Data2, Kurang Lebihnya mohon maaf jika ada kesalahan kata. 

_TERIMA KASIH_